Titisan Dewi Manuhara
Sesaat jiwaku bergeming menelusuri rima perasaan Pikiranku menguap layaknya debu tersapu angin Diluar terdengar deraian Air langit kian melebat Seolah panah menghujam Sukma yang terpatri Rasanya detak nadi tak karuan Laksana malam menahan jantung senja hingga hatinya Keheningan menghanyutkan memori rindu yang kian mendalam Selaras detikan jarum jam yang membentuk irama konstan Parasnya menyisakan ukiran dalam hati Seperti Bunga-bunga bermekaran Tuturnya tak lekang dari kicauan burung camar pun alunan seruling bambu alam yang menenangkan hati