Penilai
Pada kesempatan ini saya ingin mengekspresikan pandangan saya terhadap dinamika sosial yang terjadi melalui sebuah tulisan,yaitu 'Penilai'
Penilai
Hakikat manusia berhasrat menilai
Namun terkadang lupa hingga melukai
ibarat sandiwara dengan segala perangai
mereka lupa yang dinilai hanya satu sisi
penilaian disandingkan subjektivitas
menunjukan hati yang tak luas
bukannya menilai tanpa menghakimi
tapi malah mencela tanpa sadar diri
imbuhan pe-mandang
disandingkan dengan ter-pandang
Berbagai pilihan menerjang lontaran
menghindar atau menahan
terlintas cara lain bukanlah kesalahan
jika raga sudah tak tahan
Manusia bukanlah maha penilai
jika saja sukma terlukai
lebih baik merefleksikan diri
daripada menodai hati yang suci
Purwokerto,14 September 2019
Emil Rahim ( Pencari ilmu )

Komentar
Posting Komentar