Penilai
Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh Pada kesempatan ini saya ingin mengekspresikan pandangan saya terhadap dinamika sosial yang terjadi melalui sebuah tulisan,yaitu 'Penilai' Penilai Hakikat manusia berhasrat menilai Namun terkadang lupa hingga melukai ibarat sandiwara dengan segala perangai mereka lupa yang dinilai hanya satu sisi penilaian disandingkan subjektivitas menunjukan hati yang tak luas bukannya menilai tanpa menghakimi tapi malah mencela tanpa sadar diri imbuhan pe-mandang disandingkan dengan ter-pandang Berbagai pilihan menerjang lontaran menghindar atau menahan terlintas cara lain bukanlah kesalahan jika raga sudah tak tahan Manusia bukanlah maha penilai jika saja sukma terlukai lebih baik merefleksikan diri daripada menodai hati yang suci Purwokerto,14 September 2019 Emil Rahim ( Pencari ilmu )