kok malah ambil jurusan pertanian ?

Mahasiswa pertanian Acapkali dipandang sebelah mata oleh banyak orang,seperti respon ''oh..pertanian ya,kenapa nggak jurusan anu saja'' atau ''oh...ngambil jurusan pertanian,memangnya mau jadi petani ya?" dengan nada datar walaupun Respon itu tidak salah sih untuk yang belum tau jurusan pertanian itu ngapain aja dan memang saya nggak punya ekspetasi tinggi untuk respon orang-orang sekitar terkait jurusan ini. padahal pertanian merupakan sektor yang sangat vital bagi bangsa ini,betapa besarnya peran sektor pertanian terhadap keberlangsungan bangsa ini terutama dalam pergerakan roda perekonomian.Untuk kalian yang masih skeptis terhadap jurusan pertanian dan untuk kalian yang sedang mencari perkuliahan.beberapa diantara kalian pasti masih banyak beranggapan bahwa kuliah di pertanian cuma mainan cangkul atupun ke sawah saja,Padahal banyak banget cakupan dalam jurusan pertanian.Nah...

berikut ini saya jabarkan secara ringkas soal anggapan banyak orang terhadap jurusan pertanian.

1.Mahasiswa pertanian seringkali dipandang sebelah mata oleh banyak orang

Banyak orang yang memandang sebelah mata terkait jurusan pertanian,Padahal Secara struktural, ekonomi Indonesia masih ditopang oleh sektor industri yang mencapai 19,62% disusul oleh sektor pertanian sebesar 13,45% kemudian sektor perdagangan 13,02% dan sektor konstruksi yang berkontribusi 10% terhadap PDB (BPS,2019).Artinya pertanian merukanan sektor yang vital bagi roda perekonomian bangsa ini.

Seperti yang pernah kita dengar,dalam Teori malthus mengenai laju pertumbuhan penduduk yaitu 
''Laju pertumbuhan penduduk itu seperti deret ukur, dan laju pertumbuhan pangan seperti deret hitung". artinya laju pertumbuhan penduduk lebih cepat dibandingkan laju pertumbuhan pangan. Dan dampaknya, dalam jangka waktu panjang manusia akan mengalami krisis sumber daya alam dan berebut untuk mendapatkan pangan jika laju pertumbuhan penduduknya tidak ditekan. 
Berdarkan Data dan Teori yang telah disampaikan,maka sumber daya manusia dari lulusan pertanian tidak dapat disepelekan karena merekalah yang mengembangkan ilmu dan Teknologi dalam rangka meningkatkan produksi pangan agar dapat mencapai ketahanan pangan hingga jangka yang panjang.

2.Kuliahnya hanya ke sawah saja dan belajarnya membosankan

Banyak juga orang mengatakan bahwa kuliah di jurusan pertanian belajarnya hanya main ke sawah saja dan cukup membosankan,Secara khusus memang pertananian diartikan sebagai pembudidayaan tanaman tetapi fakta menarik lainya adalah sektor pertanian memiliki subsektor yang cukup luas seperti Subsektor tanaman bahan makanan,Subsektor Hortikultura,Subsektor kehutanan,Subsektor perikanan dan Subsektor Perternakan.
Lebih dari itu,kuliah pada jurusan pertanian membuat anda lebih peka terhadap permasalahan terkait kondisi alam dan pertanian di indonesia,padahal jika Sumber daya Alam pada sektor pangan dapat di Optimalkan dengan baik maka Kestabilitasan pangan dapat terjamin dengan begitu kesejahteraan akan terpenuhi kepada seluruh Lapisan masyarakat indonesia.
Pertanian bukan soal sawah saja terdapat pembelajaran mengenai Ekonomi,Teknologi pangan,Pembudidayaan Hortikultura secara optimal.dan masih banyak lagi.maka tak jarang juga lulusan pertanian banyak yang berprofesi lintas jurusan seperti banker. Nahh....Bagi kalian yang kerjaanya kayak cacing kepanasan karena nggak betah belajar dikelas,jurusan pertanian cukup disarankan karena sering pembelajaran yang dilakukan diluar ruangan.

3.Prospek kerjanya sempit, paling jadi petani

Saya cukup banyak sharing dan diskusi dengan alumni dan dosen pertanian mengenai hal ini,ternyata prospek kerjanya cukup luas,Lulusan pertanian dapat bekerja dalam Pemerintahan,BUMN, Perusahaan Swasta tingkat Nasional sampai multinasional ataupun sebagai wirausaha. Para Alumni yang lulus dari jurusan pertanian juga banyak berprofesi sebagai Konsultan,Banker,Pegawai BUMN,ASN,dan menjadi pengusaha sukses yang merambat berbagai bidang seperti Pembudidayaan sayuran,Pupuk,Kuliner,dll.Bahkan setelah saya melakukan riset lebih lanjut,Alumni pertanian tidak sedikit yang bekerja dalam organisasi di bawah naungan badan PBB seperti FAO,UNICEF,UNIDO,Dll.
Makanya tidak jarang kami menyebut Lulusan pertanian sebagai petani berdasi dalam artian memiliki kapabilitas untuk mengoptimalkan berbagai sektor pertanian dan meluruskan pandangan orang-orang bahwa petani cakupanya hanya disawah saja.

***

Pustaka :







Komentar